Thursday, November 04, 2004

KAPAN MINUM OBAT JIKA SEDANG PUASA? Bagian 2

KEMAJUAN TEKNOLOGI DI BIDANG FARMASI

Kita mengenal bahwa obat adalah suatu senyawa yang dapat digunakan untuk tujuan pencegahan, diagnosis dan pengobatan penyakit. Obat akan memberikan khasiat apabila kadarnya stabil didalam darah. Agar tercapai kadar yang stabil, maka kita harus menyesuaikan dengan sifat obat. Masing-masing obat mempunyai sifat yang berbeda-beda, sehingga tidak semua obat dapat diperlakukan sama dalam penggunaannya.
Didalam tubuh, obat akan diserap, kemudian diedarkan oleh darah dan pada akhirnya dibuang jika sudah tidak lagi digunakan. Semakin cepat obat diserap dan dikeluarkan dari tubuh, kita harus semakin sering minum obat. Oleh karena itu, jangan heran jika anda mendapati ada obat yang harus diminum sehari tiga kali atau lebih, namun ada juga yang harus diminum sehari dua kali. Tidak jarang terdapat pula obat yang cukup dikonsumsi sekali saja dalam sehari.
Bersyukurlah kita bahwa kemajuan teknologi sudah merambah ke dunia kefarmasian, salah satunya ialah telah dapat membuat obat menjadi lebih praktis untuk dikonsumsi. Sebagai contoh ialah perkembangan formulasi obat yang mampu mengubah kecepatan pelepasan obat didalam tubuh. Akibatnya, jika dahulu penderita tekanan darah tinggi harus rutin minum obat sehari sebanyak tiga kali, saat ini sudah telah tersedia obat antihipertensi yang cukup diminum sekali dalam sehari. Perkembangan ini tidak hanya merupakan berita baik untuk penderita hipertensi saja. Obat-obat untuk penyakit lain pun telah mengalami kemajuan yang sama. Oleh karena itu, sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak berpuasa hanya karena anda bingung untuk menentukan waktu minum obat.
Sayangnya, jumlah industri farmasi yang telah berkembang saat ini tidak sebanding dengan jumlah obat yang sangat banyak beredar di pasaran. Sehingga industri-industri farmasi tersebut belum mampu untuk mengubah obat-obat konvensional menjadi obat formula baru dengan sentuhan teknologi formulasi modern. Alasan lain ialah bahwa semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan. Inilah yang seringkali menjadi kendala kemajuan. Oleh karena itu, anda tidak perlu berkecil hati apabila memperoleh resep obat yang frekuensi pemakaiannya tidak praktis (lebih dari sekali pakai setiap hari).
Ketika anda sedang menjalani puasa, apapun jenisnya, pastikan bahwa anda tetap melakukan makan sahur. Seringkali kita meremehkan arti makan sahur, padahal ini sangat penting, terutama ketika anda harus minum obat. Jika anda sedang berpuasa tetapi akan minum obat dengan aturan pemakaian sehari tiga kali, maka anda dapat meminumnya pada waktu makan sahur (jam 4 dini hari), saat berbuka puasa (jam 6 sore) serta malam hari sebelum tidur, kurang lebih jam 10 malam.
Apabila obat yang anda minum mempunyai aturan pemakaian sehari dua kali, pada umumnya obat tersebut dapat digunakan pada saat berbuka dan makan sahur. Beberapa obat yang cukup diminum sekali dalam sehari, misalnya obat penurun kadar asam urat dalam darah, dapat digunakan pada waktu berbuka puasa atau saat makan sahur.
Pemilihan waktu yang tepat untuk minum obat-obatan juga harus disesuaikan dengan sifat dan cara kerja obat yang bersangkutan. Sekali lagi, kita tidak bisa memperlakukan satu obat sama dengan yang lain. (HPP)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home