Wednesday, December 15, 2004

MENGAPA HARUS DIARE? (Bagian 2)

Faktor resiko

Resiko serangan diare tergantung pada umur, kebiasaan individu dan kondisi lingkungan. Banyak kasus diare yang terjadi akhir-akhir ini menimpa anak-anak kita dan cukup mengancam jiwa mereka. Tetapi bukan berarti bahaya diare hanya dimonopoli anak-anak saja. Mengingat bahwa lebih dari 60% berat badan anak-anak merupakan cairan tubuh, maka ketika cairan tubuh banyak yang hilang saat diare, mereka sangat rentan untuk mengalami dehidrasi. Ditambah lagi karena kebiasaan anak-anak yang sangat suka jajan dipinggir jalan tanpa mempedulikan faktor keamanan dari produk-produk yang dikonsumsinya. Mereka tidak menyadari bahwa hembusan angin membawa banyak bibit penyakit.
Kondisi perumahan yang padat penghuni dengan fasilitas sanitasi dan higiene yang minim juga merupakan faktor penentu terjadinya paparan penyakit. Belum lagi banyaknya sampah yang menggunung dan sangat mudah bertebaran di udara. Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah lebih memberikan perhatian pada regulasi penataan perumahan termasuk fasilitas-fasilitas yang mendukung. Pengaruh penting lain ialah musim. Di daerah beriklim sedang diare biasanya terjadi pada musim dingin, sedangkan di daerah tropis seperti Indonesia, angka kejadian diare justru lebih sering pada musim panas.
Karena diare merupakan salah satu sistem pertahanan tubuh, maka untuk dapat melawan diare, tubuh harus dalam keadaan mempunyai ketahanan yang sangat baik. Sayangnya, kondisi cuaca yang terjadi akhir-akhir ini sangat berpengaruh buruk pada ketahanan tubuh terhadap serangan penyakit.
Meskipun biasanya diare bisa sembuh dengan sendirinya, akan tetapi diare dapat mengancam nyawa jika sampai terjadi dehidrasi. Parah atau tidaknya diare dapat ditentukan dari frekuensi, volume, lama terjadinya dan gejala lain yang menyertainya. Beberapa gejala yang menyertai diare antara lain: nyeri atau kram perut, mual yang disertai muntah, kembung, kelemahan dan penurunan berat badan. Disamping itu, diare juga dapat menunjukkan gejala seperti flu dan demam. Yang paling berbahaya jika pada feses ditemukan adanya darah dan/atau lendir. (HPP)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home