Thursday, March 31, 2005

BAHAN TAMBAHAN MAKANAN (Bagian 1)

Teknologi pengolahan pangan dewasa ini berkembang cukup pesat, termasuk di Indonesia. Untuk memperoleh produk pangan olahan yang bercita rasa lezat, berpenampilan menarik, tahan lama, mudah dalam pengangkutan dan pendistribusiannya digunakan berbagai bahan pendukung yang lazim disebut bahan tambahan makanan (BTM, food additives).

Dulu dikenal BTM dari sumber alami seperti daun suji atau kunyit untuk pewarna, pati untuk pengental, rempah-rempah untuk memberi cita rasa khas, dll. Namun kini telah banyak diproduksi BTM yang merupakan hasil ekstrak bahan alami maupun sintetis yang dapat digunakan secara cepat dan praktis. Walaupun pemakaian BTM sintetis cukup membantu dalam pengolahan makanan, seringkali masih ditemukan penyimpangan dalam masyarakat terutama dalam hal pemilihan dan dosis pemakaiannya. Semua bahan kimia, termasuk BTM, akan berubah sifatnya dari aman dan menguntungkan menjadi racun yang berbahaya bila dosis pemakaiannya tidak tepat. Penyimpangan ini umumnya disebabkan karena ketidak tahuan produsen terhadap kegunaan, bahaya, dosis dan dampak yang mungkin timbul akibat pemakaian bahan bersangkutan. Padahal dampak pemakaian bahan tambahan makanan baru terasa setelah jangka waktu yang lama, misalnya timbul gangguan kesehatan. Sebab lain penyimpangan bahan tambahan makanan adalah karena kesengajaan produsen biasanya untuk menekan biaya produksi, misal penggunaan pewarna tekstil untuk mewarnai makanan karena harganya lebih murah. Dalam pemilihan BTM untuk industri, perlu memperhatikan jenis produk apa yang dihasilkan dan bagaimana BTM memperngaruhi mutu produk tersebut. Dengan demikian dapat dipilih BTM yang mempunyai fungsi seperti yang diharapkan dan tidak bertentangan dengan peraturan yang ada.

Apakah BTM itu ?
Bahan Tambahan Makanan (BTM) atau food additives didefinisikan sebagai senyawa yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dan terlibat dalam proses pengolahan, pengemasan dan atau penyimpanan dan bukan merupakan bahan (ingredient) utama.
BTM yang ditambahkan adalah untuk membantu teknologi pengolahan pangan, ada yang memiliki nilai gizi namun ada juga yang tidak.

(rph)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home